Perkembangan Operasi SAR di Kalbar

oleh -29 views

“Unsur-unsur TNI AL bergabung bersama SAR Gabungan dan melaksanakan pencarian di sektor sesuai dengan pembagian masing-masing,” ujar Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal)

Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-35 tahun 1989 itu menjelaskan TNI AL akan memaksimalkan kembali pencarian dan pertolongan korban dalam mendukung operasi SAR Gabungan yang digelar oleh Basarnas dengan mengerahkan potensi yang dimiliki TNI AL.

“Baik personel maupun alutsista akan dimaksimalkan dalam misi kemanusiaan yang merupakan salah satu implementasi pelaksanaan perintah pimpinan TNI AL Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono kepada jajarannya,” kata Kadispenal.

Pesud CN 235 P 8305 takeoff dari Lanud Supadio ke daerah operasi SAR Perairan Muara Jungkat dan KRI Kerambit 672 bertolak dari dermaga 01 ke Perairan Muara Jungkat.

TNI AL kemudian kembali memperkuat unsur SAR Gabungan dengan dua Pesawat Udara Patroli Maritim CN235 P-8305 dan Cassa P-8203.

Kedua pesawat tersebut merupakan jenis pesawat yang memiliki kemampuan dalam pengintaian maritim. Personil  TNI AL terlibat 300 orang.

Tiga KRI yang dikerahkan adalah KRI Kerambit-627, KRI Celurit-641, dan KRI Usman Harun-359. Sementara Kapal Angkatan Laut (KAL) yakni KAL Lemukutan dan KAL Sambas.

Disamping itu, juga diterjunkan Patkamla Kakap, Patkamla Mempawah, dan Patkamla Sei Rengas serta Sea Rider.

Sembilan KM sudah ditemukan namun sisanya sebanyak 7 unit sampai saat ini masih dilaksanakan proses pencarian.Puluhan kapal, pesawat hingga helicopter terus mencari 17 kapal motor nelayan tenggelam di perairan Muara Jungkat Kalimantan Barat.

Cuaca buruk mengakibatkan 17 kapal terdiri dari 14 kapal nelayan, 2 tugboat dan 1 yacht dilaporkan hilang, terdampar hingga tenggelam.

Total 138 orang berada di dalam 17 Kapal nahas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *