Gerakan untuk Giatkan Daur Ulang Perangkat Elektronik di Rusia

  • Bagikan


Apa yang terjadi dengan peralatan elektronik Anda setelah berhenti berfungsi?

Di pabrik Ecotechprom di Moskow, setiap mesin diproses untuk mengidentifikasi dan melepas semua bagian perangkat elektronik yang masih dapat digunakan kembali atau didaur ulang.

Pabrik daur ulang itu dibangun dengan kapasitas 75.000 ton sampah elektronik setiap tahun. Namun pabrik itu belum pernah digunakan lebih dari sepertiga kapasitasnya. Hal itu dikarenakan perangkat elektronik yang dikumpulkan tidak cukup banyak jumlahnya.

Foto yang menunjukkan perangkat elektronik rumah tangga sebelum disortir di pabrik daur ulang Cite+ yang baru dibuka 10 November 2006 di Mortagne-au-Perche, Prancis barat. (Foto: AFP/Michele Daniau)

Foto yang menunjukkan perangkat elektronik rumah tangga sebelum disortir di pabrik daur ulang Cite+ yang baru dibuka 10 November 2006 di Mortagne-au-Perche, Prancis barat. (Foto: AFP/Michele Daniau)

“Singkatnya, kami dapat mendaur ulang semua perangkat listrik yang digunakan di rumah dan di kantor, termasuk perangkat TV tua yang besar. Kami juga mendaur ulang monitor-monitor,” ujar Sergei Orlyanskiy, kepala insinyur di pabrik Ecotechprom​.

Pengolahan sampah elektronik dilakukan dengan cara mengambil bahan-bahan yang berharga dan ada kebutuhan yang meningkat atas bahan-bahan tersebut.

PBB telah menerbitkan laporan pertamanya tentang limbah elektronik di Persemakmuran Negara-negara Independen atau CIS dan Georgia. Limbah elektronik telah meningkat lebih dari 50 persen dalam satu dekade di kawasan tersebut. Walau demikian fasilitas daur ulang itu tidak terlalu sibuk.

Menurut laporan PBB, limbah elektronik di kawasan tersebut pada tahun 2019 saja mengandung 10 ton emas, setengah ton logam tanah jarang, satu juta ton besi, 85 ribu ton tembaga, 136 ribu ton alumium dan 700 ton kobalt, semuanya memiliki nilai total 2,6 miliar dolar dalam bentuk bahan baku sekunder.

“Semuanya berharga. Logam hitam ini, Anda mungkin berpikir seperti apa nilainya logam hitam. Namun kami mengumpulkannya, mengekstraknya, jadi di sini kami menyimpan sumber daya Bumi, bijih besi dan kami memberi kehidupan kedua bagi logam-logam ini. Sama halnya dengan plastik di mana sangat mahal untuk mendapat plastik baru. Jadi kami mengambil plastik lama dan mendaur ulangnya,” papar Orlyanskiy​.

Sebanyak 95 persen limbah elektronik yang diterima di pabrik itu dapat diproses untuk memberikan kehidupan kedua.

Namun daur ulang ini tidak saja tentang menggunakan bagian-bagian yang berharga.

Pengolahan limbah elektronik juga dilakukan untuk menangani komponen berbahaya yang jika dibuang di lingkungan, akan memberi dampak sangat buruk. [lj/uh]



Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *