Bisnis Amunisi Di Daerah Konflik, Sekarang TNI AD Besok Siapa?

oleh -21 views

Koran Prioritas.com  — Masyarakat sipil tersibak matanya, terhenyak, tatkala kembali melihat fakta-fakta ini terjadi dan berkali-kali terjadi.

Menjadi bukti sahih, konflik tak selesai-selesai karena ternyata, banyak oknum TNI yang menjual amunisi kepada KKB.

Sehingga muncul stigma di masyarakat sipil, konflik tak berakhir karena bisnis di situ.

Bisnis senjata dan amunisi di daerah konflik tersingkap gamblang.

Kemarin tersingkap dan viral oknum TNI AD menangis tatkala diinterogasi pasukan gabungan TNI-Polri, seusai jual amunisi ke KKB.

Anggota Batalion Yonif 743 jual peluru ke OPM. 10 butir peluru kaliber 5`56 mm dijual ke OPM, Rp 2 juta rupiah.

Kini, terungkap lagi urusan bisnis jual beli amunisi di daerah konflik.

Wow! Benarkah jual amunisi menjadi bisnis tersendiri?

Ini yang kemudian menjadi pembicaraan masyarakat, tentang daerah konflik yang tak berujung.

Judul di media massa seperti ini

“Gerak-Gerik Prada YW Mencurigakan, Tas Diperiksa, Isinya Bikin Kaget”.

Kemudian judul besar: “Anggota Batalion Yonif 743 Jual Peluru ke OPM”.

Itulah realitas yang memilukan. Berdasar hasil pemeriksaan sementara, Prada YW mengaku membeli amunisi tersebut dari salah satu seniornya yang juga anggota Yonif RK 751/VJS.

Puluhan peluru tajam itu dibeli Prada YW dengan harga Rp 3.000.000.

“Prada YW belum mengakui identitas senior yang menjual amunisi itu,” kata petugas yang mengiterogasi.

Artinya, urusan oknum TNI AD Prada YW yang berasal dari satuan Yonif 751/VJS ditangkap di Bandara Sentani, Jayapura pada Rabu (8/6) pagi. Juga Anggota Batalion Yonif 743 menyingkap permainan ini juga ke seniornya yang lain.

Prada YW ditangkap saat dia menjalani pemeriksaan petugas di bandara.

Ketika itu, Prada YW menunjukkan tingkah laku mencurigakan. Kemudian petugas memeriksa tas yang dibawa Prada YW dan ditemukan 42 butir amunisi tajam kaliber 5,56 mm dan 2 peluru hampa.

Prada YW saat itu diamankan petugas bandara dan diserahkan kepada Provost Yonif RK 751/VJS untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasar pengakuan Prada YW, amunisi tersebut hendak dibawa ke Kabupaten Yalimo.

Eng-ing-eng. Menjadi bukti sahih, konflik tak selesai-selesai karena ternyata, banyak oknum TNI yang menjual amunisi kepada KKB.

Sehingga muncul stigma di masyarakat sipil, konflik di Papua memang sengaja dipelihara, untuk menguntungkan oknum-oknum TNI.

Apakah Anda peduli hal ini?

BACA JUGA: majalah MATRA edisi Juni, Gramedia klik ini