Angkatan Laut Tegas, Pencoleng Laut Meranggas

oleh -13 views

Koran Prioritas.com — Angkatan Laut Tegas, Pencoleng Laut Meranggas coba ditebas dengan munculnya berita-berita hoax Pungli Perwira TNI AL, sebagai upaya mendiskreditkan TNI AL.

Sebuah upaya mendiskreditkan TNI AL sebagai sebuah institusi penegakkan kedaulatan dan hukum di laut dilakukan secara sistematis.

Antara mafia laut yang kena “sikat” TNI dengan pihak yang ingin ambil aksi untung di Laut berkolaborasi. Ujungnya, agar peran TNI AL dieliminir.

Lewat youtube, medsos IG dan whatsapps group dan komen-komen di setiap pemberitaan positif gerak Angkatan Laut, ada pihak atau sosok yang berkomen dengan sengaja “menggoda” dengan perspektif lain.

Di dalam keilmuan komunikasi, analisis framing yaitu ciri khas untuk menyarankan sudut pandang interdisipliner terhadap analisis kejadian dan kegiatan komunikasi.

Analisis framing seakan menganalisis situasi, dengan pemikiran guna menafsirkan kebenaran lewat pakar atau riset.

Ulasan konten adalah mengeksplorasi prosedur, kemudian menyoroti sepak terjang Angkatan Laut yang tegas, pencoleng Laut Meranggas. Yang harusnya berita positif, dibalik menjadi berita negatif. Ujung-nya UUD, (duit)

Disebutlah Angkatan Laut sebagai “over acting” atau tak menghormati kedaulatan, institusi lain yang sudah  memberi ijin, berkas dengan tarif dan harga yang tidak murah. Disebut Angkatan Laut seolah tak mau tahu.

Menyampaikannya kepada penonton, pemirsa atau penentu kebijakan agar menyoroti Angkatan Laut, jangan menjadi: “Pahlawan kesiangan”.

Ini yang terjadi di media sosial dan hoax, mengklasifikasikan informasi baru di media new era.

Melalui analisis framing, kita dapat melihat bagaimana sebuah pesan dapat diinterpretasikan dan diinterpretasikan sesuai yang membuat konten youtube atau buzzer, pesanan dari para mafia laut atau, siapa menurut Anda?