Atlet Special Olympics Cetak Skor Tertinggi dalam Persiapan Menuju SOWSG Berlin

oleh -64 views
Ganjar Pranowo Tinjau Kontingen SOina ke SOWSG Berlin. (image : SOina Banyu Aji)
Ganjar Pranowo Tinjau Kontingen SOina ke SOWSG Berlin. (image : SOina Banyu Aji)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan audit pelaksanaan pelatnas secara terpusat bagi Kontingen Olimpiade Khusus Indonesia (SOina) peserta Special Olympics World Summer Games (SOWSG) 2023 di Berlin.

Berlangsung di Pelatna dari 8 Mei hingga 5 Juni. di tempat yang berbeda di Semarang dan Kudus. Dalam kunjungannya, Ganjar Pranowo menggunakan angkutan umum dari rumah dinasnya, Puri Gedeh menuju Stadion Jatidiri yang berjarak sekitar 5 kilometer.

Tepat pukul 06.00 WIB Ganjar tiba di Jatidir disambut oleh Sekjen PP SOina Kristijani Kirana dan puluhan atlet, pengurus dan pelatih. Suasana kunjungan berlangsung santai dan penuh kemeriahan bagi para atlet.

Usai berinteraksi dengan mereka, Ganjar dan istrinya ikut para atlet jogging 2 lap mengelilingi lintasan atletik. Selain jogging, Ganjar Pranowo juga berkesempatan menari bersama para pesenam dan pelatih musik dangdut.

“Pesenam kami senang sekali bisa bertemu Pak Gubernur,” kata Rinawati, guru olahraga asal Kalimantan Selatan. Usai latihan di lintasan atletik, kunjungan dilanjutkan ke area latihan senam dan tenis meja.

Di sana, Ganjar berkesempatan menantang Mohammad Zidan Fathoni Arafat, petenis meja penyandang disabilitas mental asal Malang. Sedangkan istrinya Atikoh bermain dengan Permaisuri Wahyu Kinanti Septhiana, petenis meja Solo yang cacat mental.

Zidan mengungkapkan rasa senangnya bisa bertemu dengan Ganjar Pranowo dan bermain tenis meja dengannya. Ia merasa bangga dan menghargai kebaikan Ganjar. “Terima kasih Pak Ganjar atas permintaannya,” ujarnya.

Selain itu, Ganjar juga berpesan kepada seluruh atlet tenis meja agar tetap semangat berolahraga. Zidan menambahkan: “Hasil bergantung pada Allah, menang dan kalah adalah untuk-Nya.

Yang terpenting adalah bermain dengan baik, sportif, dan tetap semangat.” Di sisi lain, Prameswari mengaku gugup menghadapi petenis nomor satu Jawa Tengah itu.

Namun, setelah beberapa saat, kegugupannya mereda, dan dia tidak lagi mau repot-repot berkomunikasi dengan Ganjar dan istri Gubernur. Setelah dua minggu berlatih bersama, para atlet umumnya mengalami kemajuan dalam persiapan mereka.

Mereka berhasil mengatasi kekurangan yang ada setelah kedatangan mereka di Semarang. Kesuksesan tersebut terlihat dari tujuh cabang olahraga yang mereka ikuti.

“Dengan bantuan perlengkapan yang diterima, para atlet berhasil mencetak skor lebih tinggi dari sebelumnya,” ujar pelatih bowling Roy Soselisa. Poin tersebut penting untuk menentukan pembagian pertandingan.

Hal serupa dialami pemain bulu tangkis yang berlatih di GOR Djarum Kudus. Menurut pelatih Mardi Panjaitan, para pemain bulu tangkis lebih fokus pada latihan tarung dalam dua pekan terakhir.

Waktu latihan diatur dengan baik untuk menghindari kelelahan dan memastikan atlet berada pada performa puncak untuk Olimpiade Berlin pada bulan Juni.