Anjing Penyelamat Bantu Cari Korban Hilang di NTT

oleh -18 views


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam keterangan pers pada Kamis (8/4) malam mengatakan upaya pencarian korban hilang dalam bencana di Nusa Tenggara Timur, sangat terbantu dengan kehadiran sejumlah anjing penyelamat yang dikirim Mabes Polri dan Jakarta Rescue.

“Ada hal yang cukup menggembirakan karena SAR Dog sangat efektif. Sesuai laporan yang disampaikan oleh Kepala Badan SAR Nasional, jadi SAR dogs langsung menyasar ke titik-titik di mana lokasi jenazah tertimbun sehingga alat berat tidak kesulitan untuk mencari,” jelas Doni Monardo dari Kabupaten Sikka.

Enam anjing pelacak dengan kualifikasi pencarian korban bencana alam itu menyertai pemberangkatan Satgas Bantuan Bencana Alam NTT Polri dari Jakarta pada Rabu (7/4).

BNPB dalam siaran pers, Kamis (8/4), mengatakan tiga ekor SAR dogs Polri akan membantu pencarian korban hilang di Adonara dan tiga ekor di Lembata. Jumat ini (9/4), Mabes Polri akan menambah sepuluh ekor SAR dogs untuk membantu pencarian.

Tim SAR Gabungan evakuasi korban banjir bandang yang tertimbun material tanah dan bebatuan di desa Waematan, Kabupaten Lembata, NTT, Kamis (8/4) (Courtesy: Basarnas Makassar).

Tim SAR Gabungan evakuasi korban banjir bandang yang tertimbun material tanah dan bebatuan di desa Waematan, Kabupaten Lembata, NTT, Kamis (8/4) (Courtesy: Basarnas Makassar).

Jakarta Rescue mengirimkan tujuh SAR dog yang berasal dari beberapa unit, seperti Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Jakarta Rescue mengirim satu SAR dogs ke Adonara, empat ke Lembata dan dua ke Kupang.

Data BNPB pada Kamis (8/4) menyebutkan sedikitya 163 orang meninggal, 45 hilang, sedangkan warga terdampak mencapai 6.019 keluarga atau 22 ribu jiwa. Jumlah pengungsi kini mencapai 20.929 jiwa.

“Yang pertama Flores Timur khususnya Pulau Adonara yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal sebanyak 71 orang dan lima masih hilang. Kemudian berikutnya Kabupaten Lembata 43 orang meninggal,24 hilang. Kemudian Alor 27 meninggal, 14 hilang,” kata Doni.

Dia juga menginformasikan ada dua warga yang meninggal di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang yang melanda 17 kabupaten dan satu kota di NTT pada Minggu (4/4) menyebabkan 2.595 rumah rusak berat, 225 rusak sedang dan 5.502 rusak ringan.

Foto udara menunjukkan jalan rusak akibat banjir bandang pasca hujan deras di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, 6 April 2021. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra via REUTERS)

Foto udara menunjukkan jalan rusak akibat banjir bandang pasca hujan deras di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, 6 April 2021. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra via REUTERS)

Personel TNI-Polri Dilibatkan

Empat ribu personel Polri dan 3.569 personel TNI telah dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan, termasuk untuk membantu pendirian dapur umum di seluruh wilayah terdampak bencana.

Tiga kapal perang RI (KRI) juga dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di Pulau Alor, Pulau Pantar, Pulau Adonara, Lembata, dan Sumba Timur.

BNPB juga menyiapkan enam unit helikopter yang berbasis di Mauemere, Kupang dan Larantuka untuk membantu operasional penanganan bencana di Pulau Adonara, Lembata, Alor, Rotendao, Malaka, Sabu Raijua dan Pulau Sumba di Sumba Timur. Helikopter tersebut juga mengirimkan bantuan dari para donatur dan mengantar relawan medis ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah menetapkan masa tanggap darurat bencana angin siklon tropis, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang di NTT mulai dari 6 April hingga 5 Mei 2021.

Penetapan masa tanggap darurat bencana itu diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana di NTT seperti pencarian dan evakuasi korban, pelayanan warga di pengungsian, pendistribusian bantuan, pendataan dan pembukaan akses wilayah yang terisolasi. [yl/em/ft]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *