Program Down Syndrome Karachi Berupaya Hilangkan Stigma

  • Bagikan



Program pendukung Down Syndrome pertama di Pakistan telah memberi kelegaan bagi ribuan keluarga di negara tersebut.

Sementara jumlah populasi Pakistan mendekati 200 juta orang, layanan kesehatan masyarakatnya kekurangan dana penting, dan sering kali hanya mampu menyediakan perawatan dasar.

Tidak ada jumlah pasti mengenai anak-anak atau orang dewasa yang mengalami Down Syndrome di Pakistan, namun Karachi Down Syndrome Program (KDSP) atau Program Down Syndrome Karachi memperkirakan terdapat sekitar 300.000 anak-anak dengan Down Syndrome di seluruh negeri itu dan sekitar 30.000 anak di Karachi. Arhum yang berusia dua tahun telah datang ke fasilitas KDSP sejak berusia enam bulan.

Terapis yang membantu Arhum meyakini bahwa terapi professional dan penanganan yang dilakukan sejak dini telah membantunya untuk berkembang lebih cepat ketimbang anak-anak dengan Down Syndrome lainnya.

Ibu Arhum, Sundus Danish, mengatakan,”Semuanya menjadi sangat mudah ketika kami datang ke sini. Semuanya teratur. Kami tidak perlu khawatir Arhum akan ketinggalan sesi apa pun.”

Sundus mengungkapkan kemajuan yang dicapai putranya.”Ketika kami pertama kali datang kesini, Arhum tidak dapat berbuat banyak, dan kini ia dapat berjalan sendiri, ini baru dimulai dua minggu lalu. Ini merupakan sebuah keberhasilan luar biasa untuk membuat dia dapat berjalan sendiri, sejauh terapinya terus berjalan.”

Setelah sesi terapi fisik yang sangat melelahkan, Arhum tertidur di bahu ibunya. Program KDSP dapat berjalan dengan model pembayaran sesuai kemampuan, dan kekurangannya ditutup oleh sumbangan amal.

Kebanyakan anak-anak yang datang ke fasilitas itu berasa dari keluarga kurang mampu. Keluarga mereka tidak mampu membayar terapi jangka panjang bagi anak-anak mereka.

Faiza Wahab, seorang terapis di KDSP mengatakan, ada stigma yang masih terus berlanjut, yang dikaitkan dengan Down Syndrome di Pakistan. Orang tua sering kali menyerah begitu saja dan tidak memberi terapi apa pun bagi anak mereka.

“Kami memiliki tim yang bertemu dengan orang tua, memberi informasi tentang Down Syndrome, menghilangkan mitos, memberitahu mereka tentang kisah-kisah sukses kami dengan anak-anak dengan Down Syndrome. Kami juga memberi mereka gambaran realistis tentang apa yang anak akan capai jika mereka mendapat dukungan yang tepat pada usia dini,” jelasnya.

KDSP adalah sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh sekelompok orang tua yang mendapati sedikit sekali akses ke terapi dan konseling bagi orang tua yang memiliki anak dengan kelainan Down Syndrome.

Kini, organisasi nirlaba itu telah bekerjasama dengan hampir 1.400 keluarga, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas kehidupan banyak anak-anak dan orang dewasa dengan Down Syndrome.

Faiza mengatakan, KDSP menyediakan terapi dasar yang menyeluruh sesuai kebutuhan anak yang bersangkutan.

“Apakah anak membutuhkan terapi wicara, atau mereka membutuhkan terapi okupasi, terapi fisik. Jika seorang anak sudah lebih besar, mereka dapat dibantu dengan pelatihan kerja atau ketrampilan kerja, kelas musik dan gerakan. Jadi pada intinya dukungan itu diberikan sesuai kebutuhan,” imbuhnya. [lj/ab]





Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.