Jas Merah: Jangan Lupakan Sejarah - Koran Prioritas

Jas Merah: Jangan Lupakan Sejarah

Dulu pernah ada media massa yang membuat sejarah. Harian Prioritas namanya. Salah satu yang dinikmati dan dinanti pembaca adalah Selamat pagi Indonesia.

Di situ tersaji artikel ciamik yang sarat kritik kepada pemerintah.

Sayang, tabloid itu dbredel. Cuma 13 bulan harian itu terbit. Padahal pembaca menyukainya. Sudahlah idenya segar, tampilannya kinclong. Wajar kalau tulisan wartawannya bagus.

Sebab, setahun sebelum terbit, awak redaksi dibekali ceramah dan diskusi dari para pakar. Ya pakar politik, ekonomi, budaya, sastra, gaya hidup, dan sebagainya.

Keseriusan seorang SP ini memang luar biasa di masa itu. Ia serius membangun bisnis media bermodal profesionalitas yang tinggi.

Wujud yang paling kasatmata ialah harian Media Indonesia, harian Lampung Post, harian Borneo News, dan Metro TV.

Wina Armada dan Koran Prioritas Bambang Soesatyo juga pernah menjadi sejarah di media yang bernama Tabloid Prioritas itu.

Membaca kerinduan dari nama dari Harian Prioritas, maka di era digital Koran Prioritas hadir dalam bentuk online. Taglinenya: Prioritas Media Di Era Digital.

Tak hanya news, tapi artikel berkedalaman dan dilengkapi foto yang  prioritas dalam kelayakan.

Prioritas tetap cerdas, bernas, dan kritis. Boleh jadi akan mengembalikan “marwah roh”  media yang bernama Prioritas.

Cerdas mengupas hal-hal yang perlu diketahui oleh anak bangsa.