Penjual Air Mineral Yang Peduli Lingkungan

  • Bagikan
Penjual Air Mineral Yang Peduli Lingkungan


Telegraf – Maraknya pro kontara galon sekali pakai di masyarakat justru membuat pasangan suami sitri Wardy (60) dan Melissa (35) memiliki program peduli lingkungan di bisnisnya. Menjual air kemasan adalah bisnis yang mereka tekuni di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan ia berhenti dari pekerjaannya karena di Putus Hubungan Kerja (PHK).

Melalui Program #pedulisesamadanlingkungan dengan berdonasi menjadi hastag programnya. Wardy mengajak masyarakat khususnya penghuni Rusunami City park tidak hanya menikmati air mineral yang ia beli, tetapi ia juga mengajak masyarakat untuk turut berdonasi melalui galon sekali pakai yang masyarakat beli.

“Karena penjualan sebulan bisa mencapai ratusan galon le minerale galon sekali pakai, untuk itu kita ikut bertanggungjawab supaya gak di tendang tenang orang dan menjadi limbah yang nantinya bisa merusak lingkungan karena semakin banyak timbunan plastik. Jadi kita meminta dan mengajak masyarakat untuk mengumpulkan galon sekali pakai tersebut untuk di jual kembali. Bukan saja galon sekali pakai minuman kemasan yang botol juga kami kumulkan tutup galon juga, yang semuannya itu setelah terkumpul di jual ke pengepul untuk didaura ulang, hasil penjualan kita donasikan ke Yayasan Tangan Pengharapan (YTP) yang bertepat di kalapa gading,” ungkap Mellisa Senin (4/1).

Melissa juga mengungkapkan ide program tersebut muncul tiba tiba saja. “Awalnya memang kita sudah berdonasi trus kita mikir juga bagaimana caranya berdonasi dengan juga mengajak orang orang untuk pastisipasi donasi juga. Muncul ide itu, mengumpukan galon sekali pakai ini, dan kami sebarkan program ini ke masyarakat dan penghuni rusun sini, dan mereka juga antusias mendukungnya, terbukti banyak warga sini yang dengan sukarela mengembalikan sendiri galon sekali pake ini ke toko kami, bahkan kalau pagi galon sudah ada di depan toko kami sebelum toko kami buka,” tuturnya.

Mellisa menyadari bahwa galon sekali pakai memang efeknya tidak bagus di lingkungan. Tetapi dengan program yang ia buat berharap bisa meminimalisir penambahan sampah plastik yang diakibatkan galon sekali pakai tersebut.

“Memang mereka (galon sekali pakai) efeknya tidak bagus yah di lingkungan tapi, dengan kita mengumpulkan  setidaknya meminimalisir untuk tidak memperbanyak sampah plastik. Dengan cara kami mengumpulkan dan meminta kesadaran pembeli untuk mengumpulkan sekaligus bisa untuk berdonasi,” kata Melissa.

Wardy berharap kedepan bisa benar benar memastikan bahwa galon sekali pakai di jual akan kebali lagi ke tokonya dengan cara akan mengambil kembali galon sekali pakai yang sudah kosong ke rumah rumah yang beli ke tokonya.

Ia mengatakan bahwa donasi yang setiap bulannya di berikan ke YTP berkisar Rp500.000- Rp600.000,-. Jumlah tersebut bukan seluruhnya dari hasil penjualan galon sekali pakai tetapi ditambah dengan sebagian keuntungan penjualan air mineral yang ia jual. Ia juga melaporkan donasinya kepada masyarakat yang ikut mendonasikan melalui media sosialnya.

“Kedepan nanti kemungkinan besar karyawan saya sembari mengantarkan galon baru akan mengambil juga galon yang sudah kosong dan inikan perlu waktu dan perlu biaya juga. nah ini kalau memang memungkinkan mengapa tidak tapi inikan butuh proses. Bagaimana kita bisa lebih banyak menarik kembali. semakin banyak kita bisa menarik kembali galon yang kosong semakin banyak pula kita bsia donasi,” kata Wardy.

Wardy menjelaskan selama ada program #pedulisesamadanlingkungan denga berdonasi semakin banyak penjualan hingga bisa mencapai 500 galon setiap bulannnya,tetapi merek Aqua masih lebih banyak peminatnya. “selama ini masih 4:1,” ungkapnya.

Ia menambahkan kenapa YTP yang diilih untuk menyalurkan donasi, YTP Yayasan Tangan Pengharapan yang berdiri sejak tahun 2007 lahir dari mimpi anak bangsa yang rindu untuk mengeluarkan masyarakat Indonesia dari keterpurukan dan kemiskinan serta kurang merata dan mahalnya Pendidikan.

“YTP adalah yayasan yang transparan dan mereka tidak hanya memberikan yang terbaik kepada masyarakat kurang mampu, tetapi mereka juga membangun sekolah sekolah, memberi makanan sehat dan tersebar di seluruh Indonesia,” tutupnya.

Photo Credit : Wardy (60) dan Melissa (35) suami instri penjual air mineral yang perduli lingkungan/ Doc/ telegraf.co.id

 

Atti K.





Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *