Prioritas Gaya Hidup

Para Pengusaha Perempuan Ibu Kota Dukung Mitra Wilayah Utara Ghana


Bisnis milik kaum perempuan Accra itu bekerjasama dengan organisasi nirlaba dan perempuan di utara Ghana sebagai upaya mencari bahan-bahan mentah untuk menghasilkan sejumlah produk, seperti shea butter.

Bahan yang menyerupai mentega yang diekstrak dari bijih kacang pohon shea Afrika itu merupakan bahan pokok dalam serangkaian produk kecantikan alami milik Violet Amoabeng.

Violet mengungkapkan salah satu tujuan mereka adalah membantu kaum perempuan agargenerasi berikutnya dapat keluar dari kemiskinan.

“Kami memastikan supaya mereka dapat menggunakan keuntungan atau uang yang diperoleh dari pembelian itu untuk meningkatkan mata pencaharian mereka dengan melakukan upaya seperti membangun klinik, mengantar anak-anak ke sekolah atau memastikan mereka sendiri punya pekerjaan,” katanya.

Perempuan di utara Ghana sebagai upaya mencari bahan-bahan mentah untuk menghasilkan sejumlah produk, seperti shea butter, sebagai ilustrasi. (Foto: VOA)

Perempuan di utara Ghana sebagai upaya mencari bahan-bahan mentah untuk menghasilkan sejumlah produk, seperti shea butter, sebagai ilustrasi. (Foto: VOA)

Mobarika Awudu mendukung perempuan-perempuan di utara Ghana dengan membeli kain hasil karya tangan mereka sendiri sebagai bahan untuk membuat tas-tas dan dipasok ke pasar Accra. Ayah Awudu berasal dari desa kecil di utara dan menyadari banyaknya kesulitan di wilayah tersebut.

Awudu menyatakan kemandirian ekonomi perempuan menjadi sangat penting tahun ini karena pendapatan berkurang akibat pandemi virus corona.

“Beberapa dari mereka melakukan hal itudengan baik. Mereka mulai dengan menenun sendiri dan sekarang memiliki beberapa murid magang yang mereka latih juga, terutamasetelah sekolah-sekolah ditutup, banyak anak perempuan kini belajar tentang bagaimana upaya mencari nafkah dari menenun,” katanya.

Suku Threaded memberi sentuhan modern pada busana-busana tradisional untuk mendorong generasi muda mengapresiasi gaya Afrika. Pabrik tersebut mengumpulkan bahan-bahankain dari seluruh Afrika dan bekerja dengan perempuan utara Ghana yang gemar bertenun.

“Fakta bahwa mereka adalah perempuan membuatku merasa bahagia. Jujur saja, hampir tidak ada laki-laki penenun karena mereka bekerja di ladang bahkan perempuan juga termasuk bekerja di ladang. Akan tetapi menenun adalah urusan perempuan. Menjadi seorang perempuan – dan seorang perempuan kulit hitam pada saat itu – sungguh menakjubkan, sungguh luar biasa dapat melakukan kegiatan itu bersama beberapa perempuan, jujur saja, itu sangatlah hebat,” kata Awurama Mankatah dari suku Threaded.

Sementara bagian utara Ghana menghasilkan bahan-bahan berkualitas, hanya sedikit pekerjaan tersedia yang membuat kaum muda pindah ke selatan – kebanyakan ke kota-kota yang sudah padat penduduk.

Sejumlah pakar bisnis Ghana menyampaikan investasi lebih banyak dibutuhkan di wilayah utara sehingga dapat memperluas prospek kerja dan meningkatkan kondisi kerja.

“Dalam hal pembangunan, jika melihat semua wilayah berbeda di Ghana, beberapa warga yang paling terpinggirkan dapat ditemukan di utara. Jadi, keadilan itu yang mengingatkan bahwa mereka memberi kita begitu banyak nilai, sedikitnya kami kembali memberikan itu untuk memastikan komunitas juga sedang berkembang,” ujar Sheena Lovia Boateng dari Universitas Ghana.

Menurut sejumlah pakar berinvestasi pada perempuan, kata para ahli, termasuk salah satu cara terbaik untuk mengembangkan perekonomian lokal – sebuah praktik yang dengan senang hati didukung oleh para pengusaha perempuan Accra tersebut. [mg/jm]



Source link

the authoradmin

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas