Prioritas Gaya Hidup

AS Semakin Banyak Membuka Sekolah di Tengah Meningkatnya Ketakutan Covid-19


Seiring dengan semakin banyaknya sekolah di Amerika menyambut anak-anak kembali mengikuti pelajaran tatap muka langsung, para ahli epidemiologi memperingatkan orang tua agar mengamati gejala Covid-19. Sementara itu, para peneliti berharap dapat mempelajari lebih lanjut tentang penularan virus corona di kalangan anak-anak yang berusia lebih muda.

Sudah lebih dari sebulan sejak putri Alfiya Khusnutdinovamulai bersekolah secara langsung. Sementara sebagian besar sekolah negeri di Maryland terus mengajar anak-anak secara daring, beberapa sekolah swasta memilih pembelajaran tatap muka langsung.

Hal itu mendorong Kahsnutdinova untuk mengirim putrinya ke sekolah swasta di mana para guru secara teratur dites Covid-19, masker untuk anak-anak dan guru wajibdikenakan, dan tempat duduk di sekolah diberi jarak aman sesuai protokol kesehatan.

Seorang karyawan menunggu untuk membantu seorang siswa turun dari bus saat pembelajaran langsung dilanjutkan dengan pembatasan untuk mencegah penyebaran Covid-19) di Sekolah Dasar Rover di Tempe, Arizona, AS, 17 Agustus 2020. (Foto: Reuters)

Seorang karyawan menunggu untuk membantu seorang siswa turun dari bus saat pembelajaran langsung dilanjutkan dengan pembatasan untuk mencegah penyebaran Covid-19) di Sekolah Dasar Rover di Tempe, Arizona, AS, 17 Agustus 2020. (Foto: Reuters)

“Sejauh ini, semuanya baik-baik saja, tidak ada yang dilaporkan sakit. Saya berharap ini akan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah negeri dan segera dibuka untuk pembelajaran tatap muka langsung!” kata Alfiya Khusnutdinova, penduduk Maryland kepada VOA.

Namun, tidak semua orang melihat situasi seperti itu.

Ahli epidemiologi telah lama memperingatkan bahwa begitu anak-anak kembali ke kelas, risiko tertular Covid-19 akan meningkat.

Menurut sebuah kelompok independen, The Covid Monitor, lebih dari 39 ribu kasus virus corona telah terdaftar di sekolah-sekolah dari TK sampai SMA di Amerika sejak awal tahun ajaran ini.

Seperti 11 negara bagian lainnya, Maryland tidak mempublikasikan informasi terperinci tentang penyebaran Covid-19 di kalangan anak sekolah.

Demikian pula tidak ada sistem federal yang melacak penyebaran virus di sekolah. Jadi, anak-anak yang kembali ke sekolah untuk mengikuti pelajaran tatap muka langsung sebagian besar tetap dianggap sebagai eksperimen, seperti disampaikan oleh Charles Schleien, direktur perawatan anak di rumah sakit anak Cohen Children’s Medical Center.

“Berusaha menjaga kelompok anak yang sama sangat penting – karena dengan begitu jika seseorang di kelas dinyatakan positif – kita tahu bahwa pada dasarnya kita dapat mengkarantina kelompok itu tanpa terlalu khawatir tentang kelas lain,” kata Charles.

Para pakar masih belum bisa memastikan apakah anak-anak dengan mudah menularkan Covid-19 atau tidak. Jadi, para dokter anak mendesak orang tua agar membuat anak-anak mereka tetap tinggal di rumah dan melakukan tes Covid jika ada anak yang menunjukkan gejala apapun.

“Kami pikir anak-anak yang lebih tua, mungkin yang berusia di atas sepuluh tahun, dapat menularkan virus semudah orang dewasa. Dan jelas penting untuk mengisolasi anak yang lebih tua – siswa SMA, siswa sekolah menengah pertama – dari siswa lainnya jika mereka menunjukkan tanda atau gejala Covid. Yang sangat muda, di bawah 5-6 tahun – ada lebih banyak kontroversi tentang seberapa besar kemungkinan mereka menularkan virus ke yang lain,” kata dokter spesialis anak, Charles Schleien.

Mahasiswa bermasker berjalan menyusuri kampus Ball State University di Muncie, Kamis, 10 September 2020. (Foto: AP)

Mahasiswa bermasker berjalan menyusuri kampus Ball State University di Muncie, Kamis, 10 September 2020. (Foto: AP)

Para ahli epidemiologi percaya bahwa anak-anak sekolah harus dites Covid-19 setiap minggu, tetapi itu tidak mungkin dilakukan di banyak sekolah.

Di Florida, sebagian besar sekolah negeri dibuka kembali pada bulan Agustus, dan sejauh ini, lebih dari 10 ribu anak telah didiagnosis positif terjangkit virus corona.

Hanya sekolah-sekolah swasta di dua county (distrik setingkat kabupaten) di negara bagian Florida yang masih menawarkan kelas tatap muka langsung. Ariana, putri Alexandra Shumakher-Hazen, bersekolah di salah satu sekolah tersebut.

“Jika ada anak yang sedikit demam, dia tidak akan diizinkan masuk sekolah. Jika ada anak yang pilek atau batuk kecil, itu sama saja. Sekolah telah memberlakukan aturan yang lebih ketat di sini,” kata Alexandra.[lt/jm]



Source link

the authoradmin

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas