Mamalia Berkantong yang Rentan Dirilis ke Habitat Bebas Predator di Australia - Koran Prioritas
Prioritas Gaya Hidup

Mamalia Berkantong yang Rentan Dirilis ke Habitat Bebas Predator di Australia

9Views
Koran Prioritas



Lebih dari satu abad sejak dinyatakan langka di negara bagian New South Wales, Australia, bilby, mamalia berkantong yang rentan dan bertelinga seperti kelinci, telah dikembalikan ke alam yang bebas dari predator di habitat gurun terpencil yang terletak sekitar 1.200 kilometer barat laut Sydney. Pengembalian ke alam bebas itu merupakan bagian dari program pengembangbiakan baru di Taronga Western Plains Zoo di negara bagian New South Wales.

Pelepasan 10 ekor bilby, mammalia berkantong dan bertelinga panjang seperti kelinci merupakan suatu upaya nyata untuk mengembalikan ke masa ketika hewan asli Australia itu tidak dimangsa kucing dan serigala liar. Sejak masa penjajahan Eropa, populasi bilby berkurang hingga 80%. Kelinci, spesies hewan invasif lainnya, juga bersaing dengan mammalia marsupial itu untuk memperoleh makanan dan tempat berlindung. Selain itu mereka menghadapi ancaman dari pembukaan lahan dan kebakaran hutan.

Bilby bertahan hidup di alam liar hanya di beberapa bagian Australia tengah dan barat.

Sekelompok kecil mammalia khas Australia itu dibesarkan dalam penangkaran dan pengawasan secara ketat di habitat luas yang bebas predator di Taman Nasional Sturt di barat laut New South Wales.

Proyek Wild Deserts yang melakukan upaya perintisan tersebut merupakan kolaborasi antara Universitas New South Wales, Australia’s Taronga Conservation Society, dan pemerintah negara bagian New South Wales. Program itu bertujuan mengembalikan tujuh mamalia berkantong termasuk jenis marsupial penggali dan bandicoot keemasan yang dinyatakan punah di negara bagian New South Wales, dalam habitat berpagar luas di Taman Nasional Sturt. Bec West, seorang pakar ekologi dalam proyek Wild Deserts itu berharap hewan mammalia itu pada akhirnya dapat dilatih agar bisa menghindar dari hewan liar penyerang yang mematikan.

“Kami punya lahan seluas 10.000 hektar di sebelah tempat pemeliharaan kuda yang bebas dari hewan pemangsa dan kelinci. Ini memungkinkan kami untuk mengatur kepadatan hewan predator dan memungkinkan kami melepas beberapa bilby, dan sekaligus memberi kesempatan bagi mereka untuk mengenali jenis hewan pemangsa tersebut. Jika terpapar pada kucing liar mereka belajar seiring waktu sehingga dapat mengenali perilaku buasnya dan meningkatkan ketahanan mereka kalau suatu saat mereka dilepas ke habitat lain yang dihuni kucing liar.”

Diperkirakan kucing-kucing liar itu setiap tahun memangsa 1,4 miliar hewan asli benua Australia yang memiliki tingkat kepunahan mamalia terburuk di dunia.

Ada harapan laju kepunahan bilby ini bisa dibalikkan dengan bantuan dari proyek-proyek seperti yang melepas ke alam terbuka sekelompok bilby perintis. Harapannya, hewan berekor hitam dan putih dan bertelinga besar ini bisa bisa kembali hidup di dalam ekosistem aslinya di padang gurun.

Bilby termasuk hewan marsupial nokturnal dan menggali terowongan yang berbelit-belit untuk melindunginya dari suhu tinggi pada musim panas dan dari sejumlah predator.

Diperkirakan sekitar 9.000 miliar bilby yang masih tersisa dan hidup di alam bebas Australia. [mg/jm]



Source link

Koran Prioritas
admin
the authoradmin

Leave a Reply