Prioritas Internasional

Rusia Gencar Sebarkan Disinformasi ‘Berulang Kali’ Jelang Pilpres AS



Direktur Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (Federal Bureau of Investigation/FBI) Christopher Wray kepada anggota parlemen, Kamis (17/9), mengemukakan Rusia berupaya dan tidak akan menyerah untuk mempengaruhi hasil pemilihan presiden November 2020.

Hal itu mendukung penilaian sebelumnya dari pejabat kontraintelijen AS terkait tujuan utama Moskow untuk merusak kampanye kandidat dari Partai Demokrat dan mantan wakil presiden Joe Biden.

Wray, bersaksi di depan Komite Keamanan Dalam Negeri DPR, menggambarkan operasi pengaruh Kremlin yang dinilai “sangat, sangat aktif” di media sosial, media milik Rusia sendiri, dan melalui berbagai jaringan informasi.

Tujuan operasi memberi pengaruh tersebut “terutama untuk mencemarkan Wakil Presiden Biden dan hal yang dipandang Rusia sebagai upaya anti-Rusia,” kata Wray lebih lanjut.

Komentar direktur FBI itu sejalan dengan penilaian publik yang jarang terjadi pada awal Agustus 2020 tentang ancaman terhadap pemilu AS yang diberikan oleh beberapa pejabat tinggi kontraintelijen AS, William Evanina.

Sementara Evanina juga memperingatkan aktor-aktor terkait Rusia yang sedang “berupaya meningkatkan” pencalonan Presiden AS Donald Trump, Direktur FBI pada Kamis (17/9) tidak terlalu eksplisit menyebutkan, tetapi berfokus pada rentetan disinformasi yang ditarget Rusia dan pihak lainnya kepada para pemilih AS.

Selama dengar keterangan para anggota parlemen, Wray juga menolak kekhawatiran mengenai perkiraan atas meningkatnya penggunaan surat suara untuk pemilu November mendatang, meski berulang kali Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa pencoblosan lewat pos itu akan menyebabkan penipuan surat suara besar-besaran. [mg/pp]



Source link

the authoradmin

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas