Amerika Perketat Larangan Akses Teknologi, Chip Huawei - Koran Prioritas
Prioritas Teknologi

Amerika Perketat Larangan Akses Teknologi, Chip Huawei

10Views
Koran Prioritas


Pemerintahan Trump, Senin (17/8) mengumumkan akan memperketat larangan terhadap Huawei Technologies Co untuk mencegahnya mengakses chip yang tersedia secara komersial.

Tindakan Departemen Perdagangan AS ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Reuters. Tindakan ini akan memperluas larangan yang diumumkan bulan Mei untuk mencegah raksasa telekomunikasi China itu memperoleh semikonduktor tanpa lisensi khusus, termasuk chip yang dibuat oleh perusahaan asing yang dikembangkan atau diproduksi dengan perangkat lunak atau teknologi AS.

Pemerintah juga akan menambahkan 38 afiliasi Huawei di 21 negara pada daftar larangan ekonomi pemerintah AS, yang menurut sumber berita total bertambah menjadi 152 afiliasi sejak Huawei pertama kali dimasukkan dalam daftar itu pada Mei 2019.

Wilbur Ross. (Foto: dok).

Wilbur Ross. (Foto: dok).

Menteri Perdagangan Wilbur Ross kepada Fox Business mengatakan larangan terhadap chip rancangan Huawei yang diberlakukan pada Mei “membuat mereka melakukan beberapa tindakan pengelakan dengan melalui pihak ketiga,” kata Ross. “Aturan baru memperjelas bahwa setiap penggunaan perangkat lunak Amerika atau peralatan buatan Amerika dilarang dan harus mendapat izin khusus.”

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan perubahan aturan itu “akan mencegah Huawei menghindari hukum AS melalui produksi chip alternatif dan penyediaan chip secara bebas.” Ia menambahkan dalam pernyataan “Huawei terus berusaha menghindari” pembatasan AS yang diberlakukan bulan Mei. Huawei belum berkomentar.

Karena hubungan AS-China mencapai tahap terburuk dalam beberapa dekade, Washington mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk menekan Huawei, dengan alasan perusahaan itu bisa menyerahkan data kepada pemerintah China. Huawei membantah melakukan tindakan mata-mata untuk China.

Departemen Perdagangan mengatakan tindakan baru yang berlaku secepatnya itu akan menghalangi upaya Huawei menghindari pengawasan ekspor AS.

Seorang pejabat Departemen Perdagangan kepada kantor berita Reuters mengatakan peraturan itu juga akan memperjelas Amerika melarang pembelian bebas yang mungkin akan ditempuh Huawei dari pembuat desain pihak ketiga.

Aturan baru yang terpisah, mewajibkan perusahaan yang masuk dalam daftar larangan untuk memperoleh lisensi ketika perusahaan seperti Huawei bertindak “sebagai pembeli, penerima barang perantara, penerima barang akhir, atau pengguna akhir”.

Departemen Perdagangan juga mengkonfirmasi tidak akan memperpanjang lisensi umum sementara, yang masa berlakunya berakhir Jumat bagi pengguna perangkat dan penyedia telekomunikasi Huawei. Para pihak sekarang harus mengajukan permohonan lisensi untuk transaksi yang sebelumnya diizinkan.

Departemen Perdagangan mengadopsi otorisasi permanen terbatas bagi entitas Huawei untuk memungkinkan “penelitian keamanan penting yang berkelanjutan untuk menjaga integritas dan keandalan” jaringan dan peralatan yang ada saat ini.

Pembatasan AS yang sekarang berlaku telah berdampak besar pada Huawei dan pemasoknya. Pembatasan Mei belum berlaku sepenuhnya hingga 14 September. Tanggal 8 Agustus, majalah keuangan Caixin melaporkan Huawei bulan depan akan berhenti membuat chipset Kirin andalannya karena tekanan AS pada para pemasok.

Divisi HiSilicon Huawei mengandalkan perangkat lunak dari perusahaan A.S. seperti Cadence Design Systems Inc dan Synopsys Inc untuk merancang chipnya dan mengalihkan produksinya ke perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) yang menggunakan peralatan dari perusahaan-perusahaan A.S. TSMC mengatakan tidak akan mengirim lempengan semikonduktor (wafer) kepada Huawei setelah 15 September. [my/ii]



Source link

Koran Prioritas
admin
the authoradmin

Leave a Reply