Prioritas Internasional

Tiga Mantan Duta Besar RI Mengungkap Mata Rantai Jaringan Narkotika Dunia

Ambassador Talk Hari Ini Jam 10 Pagi

Ahwil Lutan (mantan Dubes RI untuk Meksiko, Honduras, Panama) membahas jaringan Golden Peacock.  Nurfaizi Suwandi (Dubes RI untuk Mesir) membahas Golden Crescent. Ito Sumardi Djunisanyoto (Dubes RI untuk Myanmar) membahas jaringan Golden Triangle.

KORAN PRIORITAS — “Webinar ini akan membahas kejahatan lintas lintas batas yang saling terkait,” ujar Hj. Erie Vitria Trisanty, MA tentang Ambassador Talk: Mata Rantai Terorisme dan Narkotika yang akan dimulai hari ini, Rabu jam 10 WIB.

Aktivis LSM Granat yang juga sempat aktif kantor ASEAN Secretariat itu menyebut, tema Webinar ini “menggigit” dan menarik untuk orang-orang yang berkecimpung di dunia internasional.

“Nara sumbernya berpengalaman, akan bercerita mengenai kejahatan narkotika dan terorisme. Dimana bagian dari kejahatan lintas-batas yang saling terkait,” Erie Vitria menyebar rilis sebelum acara berlangsung.

Erie bersama keluarga

“Karena mereka bertiga memiliki pengalaman sebagai aparat penegak hukum dengan pangkat terakhir Komjen Pol dan akan membagi ilmu/wawasan serta pengalaman mereka dari sudut pandang diplomatik, hubungan internasional dan penegakan hukum,” tutur Erie yang akan memandu acara.

Sosok yang juga  berpengalaman memegang beberapa program G2G untuk anti narkotika, transnational crimes dan bencana alam tingkat Asia Tenggara ini bercerita, bahwa bisnis gelap narkotika demikian menggurita.

“Para pebisnis gelap narkoba, di dunia bisa membiayai berbagai kegiatan terorisme di berbagai kawasan. Serta memiliki hubungan dengan kejahatan pencucian uang dan jual-beli gelap senjata serta alat peledak juga bahkan  kendaraan tempur,” ujar Erie.

Alumni dari RMIT University (Australia) dan Leeds University (UK) mengatakan, kegiatan webinar ini diharapkan dapat juga diikuti dan disaksikan oleh para Dubes RI yg sedang bertugas di luar Indonesia.

“Menjadikan referensi berguna dalam bertugas,” kata penerima British Chevening Award di tahun 2000 itu mengenai acara yang akan disiarkan langsung melalui Youtube dan Facebook.

Seminar online persembahan Academics TV, dengan tagline Santai dan bermutu itu dapat disimak aktif lewat ID Zoom: 814-5646-3285, dengan pasword: aca-tv. Tentunya, dengan register di https//2.id/nvYYU.

Tiga mantan Duta Besar Republik Indonesia, yang  pernah menjabat di tiga negara/kawasan yang merupakan bagian dari mata rantai jaringan narkotika dunia (Golden Crescent, Golden Peacock & Golden Triangle).

Webinar akan diawali dengan diskusi oleh Bpk Ahwil Lutan, mantan Dubes RI untuk Meksiko, Honduras, Panama, yang akan membahas jaringan Golden Peacock.

Sedangkan Nurfaizi Suwandi, mantan Dubes RI untuk Mesir, akan membahas Golden Crescent. Demikian pula bapak Ito Sumardi Djunisanyoto, mantan Dubes RI untuk Myanmar, akan membahas jaringan Golden Triangle.

Ambassador talk ini mengungkap sisi-sisi, mata rantai terorisme dan narkotika.

“Karena mereka bertiga memiliki pengalaman sebagai aparat penegak hukum dengan pangkat terakhir Komjen Pol dan akan membagi ilmu/wawasan serta pengalaman mereka dari sudut pandang diplomatik, hubungan internasional dan penegakan hukum,” tutur Erie yang akan memandu acara.

Webinar ini juga akan sangat bermanfaat bagi para siswa Hubungan Internasional dalam rangka mendalami aspek-aspek kejahatan lintas-batas yang bersifat internasional.

berita terkait: Alternative Development di Aceh — klik ini

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas