Kesukaan Membaca & Mencium Aroma Kertas - Koran Prioritas
Prioritas Teknologi

Kesukaan Membaca & Mencium Aroma Kertas

45Views
Koran Prioritas

KORAN PRIORITAS —  “Membaca digital, bisa memicu stres mata,” ujar seorang kutu buku. Stres mata bisa juga disertai dengan penglihatan ganda atau buram.

 Rupanya, ini yang membuat di era digital, ternyata ada fenomena baru.

Banyak kolektor buku dan majalah tak sekedar mengumpulkan, mencari dan merawat buku atau majalah sebagai kegemaran. Kolektor mengoleksi buku atau majalah juga investasi.

Mereka mencari buku atau majalah, sebagai kesukaan membaca dan mencium aromanya.

Bau dari majalah atau buku itu semerbak kerja, ada yang menyebut “enak”.

Menurut Matija Strlic dari University College London, bau buku lawas atau majalah punya kombinasi antara aroma rumput, aroma asam, dan aroma vanili. Lignin atau zat kayu yang ada pada kertas yang bikin buku mengeluarkan bau khas.

Salah satu sensasi membaca buku fisik adalah membuat segala indera kita bekerja. Indera penglihatan, peraba hingga penciuman pun bekerja.

Karena hampir seluruh pecinta majalah dan buku pasti menyukai bau unik dan sensasi itu.

Ada penelitian yang diadakan di Univesity College London Institute for Sustainable Heritage. Penelitian ini juga sebagai bentuk mendeskripsikan bau tersebut.

Peserta penelitian diminta untuk datang ke Perpustakaan St. Paul Cathedral Dean and Chapter. Sebagian besar dari peserta penelitian menggambarkan bau majalah atau buku ini sebagai ‘kayu’.

Ada juga yang menggambarkan sebagai ‘smoky’, ‘earthy’ dan ‘vanilla’.

Intinya, sebagian besar peserta penelitian menyatakan bau tersebut sangat menyenangkan atau enak untuk dihirup.

Penelitian lainnya dilakukan di Museum and Art Gallery dengan mengambil satu buku tua sebagai sample. Kata ‘coklat’ paling banyak digunakan untuk menggambarkan bau buku atau majalah tersebut.

Kemudian kata ‘kopi’, ‘kayu bakar’ menjadi kata-kata yang menggambarkan bau buku atau majalah tua tersebut.

Penelitian tersebut menyatakan bahwa kertas yang mengalami penuan memiliki beberapa senyawa kimia yang sama seperti yang dikandung oleh coklat dan kopi, di mana dua hal tersebut menjadi bau favorit orang kebanyakan.

Lewat penelitian tersebut, Cecilia Bembibre mengungkapkan, bahwa dengan mendokumentasikan kata-kata yang menggambarkan bau buku atau majalah tersebut membuka diskusi tentang pengembangan kosa kata yang memiliki makna dan makna budaya.

Sehingga, bukan sekedar bau biasa tapi menyimpan banyak makna sama seperti isi buku yang memberikan banyak makna.

Aroma khas dari lembaran-lembaran kertas usang.  Commodity meluncurkan wewangian dengan bau spesial dari buku atau majalah tua dideskripsikan sebagai ‘aroma sempurna’’.

Bahkan, ada wewangian hadir dengan aroma uniseks yang diciptakan, cocok untuk pria maupun wanita.

Parfum dengan cita rasa harum kertas buku atau majalah itu dibuat dari wangi kayu-kayuan seperti cendana, bergamot, dan cemara yang kombinasinya mengingatkan pada bau kertas menguning yang sudah berumur tahunan.

Merasakan kembali sensasi membaca buku atau majalah yang kemudian dijilid, membalik halaman-halamannya dan menghirup bau kertas kering yang bercampur dengan udara segar.

Sensasi membaca menambah referensi, santai, saat ini menjadi gaya hidup baru rupanya. Selain, tentunya majalah cetak bisa menjadi souvenir untuk penggemar bacaaan. Jika perusahaan Anda berulang tahun, misalnya. Wow!

***

Teknik Relaksasi Mata untuk Mengatasi Stres Mata

Meski jarang menimbulkan kerusakan pada mata, stres mata bisa mengganggu aktivitas. Untuk mengatasinya, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar mata lebih rileks saat beraktivitas dan tidak mudah lelah, yaitu:

1. Atur jarak

Pastikan jarak layar laptop, komputer, gadget, atau buku setidaknya 60 cm dari mata.

2. Gunakan filter layar

Tambahkan filter pada layar laptop atau komputer, agar mata tidak terlalu lama terpapar sinar biru yang bisa menyebabkan stres mata.

3. Istirahatkan mata

Jika sedang melakukan pekerjaan di depan komputer, alihkan pandangan Anda tiap 20 menit ke objek lain yang jaraknya jauh. Tatap objek tersebut selama 20 detik, lalu lanjutkan pekerjaan. Selanjutnya, setiap dua jam sekali, istirahatkan mata Anda selama 15 menit.

4. Atur pencahayaan

Jika cahaya layar laptop, komputer, atau gadget jauh lebih terang dibandingkan cahaya di ruangan, maka mata akan bekerja lebih keras untuk melihat. Oleh karena itu, pastikan ruang kerja atau kamar Anda memiliki pencahayaan yang cukup untuk beraktivitas, tidak terlalu terang atau gelap.

5. Lepas lensa kontak

Jika Anda menggunakan lensa, berikan mata Anda waktu untuk beristirahat dengan sesekali memakai kacamata. Selain itu, jangan gunakan lensa kontak ketika tidur dan rutinlah menggantinya dengan yang baru.

Selain melakukan cara-cara di atas, Anda juga dapat mencuci mata untuk meredakan iritasi akibat stres mata. Berikut adalah langkah-langkah mencuci mata:

  • Pastikan tangan Anda bersih sebelum mencuci mata.
  • Lepaskan lensa kontak jika sedang memakainya.
  • Isi mangkuk atau wadah kecil dengan air bersih, lalu celupkan wajah Anda ke dalam wadah tersebut sambil berkedip. Lakukan selama 15 menit.
  • Setelah terasa membaik, angkat wajah dan keringkan dengan handuk.
Koran Prioritas

Leave a Reply